Menurut Islam, Tafsir Mimpi Terbagi Menjadi 3

source gambar : freepik.com

Setiap manusia pastinya pernah dan sering mengalami yang namanya mimpi. Mimpi ini bisa menyenangkan, menakutkan, bisa membuat Anda menjadi frustasi, membuat tenang, membosankan, hingga mimpi yang aneh.

Setiap malam, manusia tentunya akan diperkirakan bisa bermimpi dari range satu hingga lima atau enam mimpi sekaligus. Namun, hal ini akan tergantung pada berapa lama Anda tidur, dan berapa banyak siklus rapid eye movement yang terjadi.

Satu konsep yang diterima secara umum adalah bahwa bermimpi merupakan sebuah proses yang sangatlah emosional dari pusat emosional yang ada di otak. Selain itu, konsep ini  akan selalu aktif selama tidur.

Jika Anda memang pernah terbangun dari mimpi yang sangat aneh, mungkin Anda akan bertanya-tanya mengapa Anda bisa memimpikan hal tersebut. Banyak sekali tafsir mimpi yang berusaha untuk menjelaskan makna yang terkandung dalam mimpi tersebut.

Meskipu begitu, ternyata tafsir mimpi dalam Islam memang sudah menjadi penguak rahasia sejak zaman nabi ada. Tak jarang jika para nabi menerima petunjuk dari Allah SWT melalui sebuah mimpi. Namun, jangan sampai mimpi ini membuat Anda menjadi percaya akan tahayul. Sebab, ternyata mimpi juga ada yang berasal dari setan dan jin.

Lalu, bagaimanakah tafsir mimpi dalam Islam yang sebenarnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini tentang tafsir mimpi.

  1. Tafsir mimpi termasuk dalam disiplin ilmu pengetahuan yang paling sulit untuk dipelajari jika dibandingkan dengan ilmu lainnya. Sebab, memang tidak semua mimpi bisa diartikan. Selain itu, tidak semua orang juuga memiliki kompeten untuk bisa menafsirkan arti dari sebuah mimpi yang sebenarnya.
  2. Nabi Muhammad sendiri mengelompokkan jenis mimpi menjadi tiga jenis bagian. Hal ini berdasarkan dalam salah satu hadist, yakni “mimpi itu ada tiga, mimpi baik yang merupakan kabar gembira dari Allah. Selain itu, ada juga mimpi yang berasal dari bawaan pikiran seseorang, dan mimpi menyedihkan yang datang dari setan”.
  3. Berdasarkan hadist tersebut, bisa dipahami bahwa memang tidak semua mimpi yang dialami dapat dijadikan sebagai sebuah petunjuk. Namun, ada kemungkinan mimpi yang dialami tersebut bukanlah bereasal dari Allah. Melainkan, karena adanya bisiskan dari setan atau ketika Anda memikirkan sesuatu, maka hal tersebut akan terbawa dalam mimpi.
  4. Tafsir mimpi juga bisa dijadikan sebagai petunjuk yang memang benar-benar berasal dari petunjuk Allah SWT.
  5. Menutip dari NU online, maka berita gembira yang dimaksud adalah mimpi baik yang mana dialami oleh seorang muslim.
  6. Menjadi sebuah keistimewaan jika seseorang memiliki kemampuan dalam menafsirkan mimpi. Hal ini dibuktikan dengan kelebihan yang dimiliki oleh Nabi Yusuf AS. Hal ini dikemukakan dalam Al- Qur’an surat Yusuf ayat 21.
  7. Mimpi yang dinilai bukan berasal dari bisikan setan, bisa Anda ketahui dari waktu terjadinya mimpi tersebut. Bila mimpi terjadi pada dini hari atau pada waktu sahur, maka mimpi tersebut benar dan bisa diartikan. Sementarra mimpi yang dianggap berasal dari bisikan setan adalah mimpi yang terjadi pada awal malam atau ketika petang. Hal ini dijabarkan oleh Ibnu Qayyim al- Jauziyah, Madarij as- Salikikin dalam Juz 1 halaman 76.

Dengan demikian, mempalajari ilmu tentang tafsir mimpi ini memang tiadk dilarang dalam Islam. Bahkan, ilmu tafsir ini masuk dalam kategori ilmu syariat Islam. Sebelum Anda mempelajari ilmu tafsir, maka kuasai terlebih dahulu syariat Islam yang bersifat fardlu ‘ain.

Tujuannya dalah agar Anda memiliki pondasi ilmu agama yang mumpuni, serta tidak akan mudah tertipu dengan hal ghaib yang ternyata hanyalah bisikan setan semata.