Sejarah Doa Qunut Nazilah, Tata Cara, Dan Bacaannya

source gambar : freepik.com

Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa waktu lalu menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk membaca doa qunut nazilah saat menghadapi pandemi virus corona. Sebenarnya doa qunut nazilah itu apa? Bagaimana bacaan doa dan cara melafalkannya?

Cari tahu dengan menyimak ulasan dibawah ini :

  • Sejarah Doa Qunut Nazilah

Nazilah memiliki arti ‘Petaka’ atau musibah yang dialami seseorang. Rasulullah SAW membaca doa qunut nazilah selama satu bulan setelah mendengar sebuah kabar yang membuatnya sangat bersedih.

Dikisahkan dalam sebuah hadits, suatu hari Rasulullah SAW mendengar kabar tentang kematian sahabatnya dalam rombongan Al-Qurra. Orang – orang pilihan, sahabat Rasulullah SAW berjumlah 70 orang yang ahli membaca Al-Quran.

Rombongan tersebut adalah bantuan yang dikirimkan oleh Rasulullah SAW untuk membantu kaum Ushoyyah, Ri’il, Dzawan, serta Bani Lahyan. Namun, kaum yang akan diberikan bantuan tersebut justru berkhianat. Kaum tersebut membunuh rombongan Al-Qurra, dan hanya menyisakan satu orang saja.

Mendengar kabar tersebut, Rasulullah SAW sangat sedih. Kemudian Rasulullah SAW membaca doa qunut nazilah untuk memohon balasan Allah kepada kaum musyrikin. Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib juga pernah membaca doa qunut nazilah ini saat menghadapi pasukan Muawiyah dan penduduk Syam. Ash-Shiddiq juga pernah membacanya saat memerangi Musaila-mah Al-Kadzdzab dan ahli kitab.

  • Tata Cara Membaca Doa Qunut Dalam Sholat

Doa qunut nazilah dibaca pada rakaat terakhir shalat, tepatnya setelah gerakan rukuk. Jika berjamaah, maka imam yang membacakannya, sementara makmun mengaminkan. Saat membacanya, angkatlah kedua tangan. Ingat setelah doa dibacakan, kedua tangan tidak perlu diusapkan ke wajah!

Baca doa qunut nazilah secara pelan jika sholat berjamaah waktu dzuhur dan ashar, dan dibacakan dengan suara keras saat berjamaah sholat subuh, maghrib, dan isya. Bagi imam sholat yang membaca doa qunut nazilah, maka harus mengubah kata ganti diri sendiri menjadi kata ganti orang banyak.

Tata cara tersebut termaktub dalam hadits riwayat Ahmad, “Rasulullah SAW melaksanakan qunut nazilah selama sebulan secara berturut – turut didalam Sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya’, dan Shubuh. Setiap kali usai mengucapkan : ‘Sami’allahu liman hamidah’ Dari raka’at terakhir, mendo’akan kejelakan atas mereka, yaitu perkampungan Ri’il, Dzakwan dan ‘Ushayyah dari Bani Sulaim. Sedangkan orang – orang dibelakangnya mengucapkan ‘Aamiin’.” (HR. Ahmad).

  • Bacaan Doa Qunut Nazilah

Berikut dibawah ini bacaan doa qunut nazilah yang dibaca Rasulullah SAW setelah ditimpa musibah terbunuhnya para sahabat rombongan Al-Qurra.

“Allahumma inna nasta’inuka wa nastaghfiruka, wa nastahdika wa nu’minu bika wa natawakkalu alaika, wa nutsni alaikal khaira kullahu nasykuruka wa la nakfuruka, wa nakhla’u wa natruku man yafjuruk. Allahumma iyyaka na’budu, wa laka nushalli wa nasjud, wa ilaika nas’a wa nahfid, narju rahmataka wa nakhsya adzabak, inna adzabakal jidda bil kuffari mulhaq.”

Artinya :

“Ya Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan sholat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu kan menimpa orang – orang kafir.”

Pada prinsipnya, doa qunut nazilah merupakan doa untuk siapapun yang ingin memohon perlindungan kepada Allah dari musibah atau bencana. Jika kamu kesulitan untuk menghapal doa qunut nazilah dalam bahasa Arab yang memang lumayan panjang, maka kamu bisa membacanya dalam bahasa Indonesia.